Indah’s Site

July 8, 2007

info lomba desain prangko 2007

Filed under: Emosi Anak

Info lomba disain prangko 2007

PENGUMUMAN

Nomor: 1126/DJPT.1/KOMINFO/5/2007
LOMBA DESAIN PRANGKO NASIONAL 2007
1 Juni 2007 sampai dengan 31 Juli 2007

Diselenggarakan dalam rangka menggali potensi dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses desain prangko melalui seni lukis sebagai upaya menjadikan kegiatan filateli sarana pembelajaran dan pendidikan.

Tema

“WAWASAN NUSANTARA”

Sub Tema:

“Melalui pemahaman sejarah munculnya konsep negara kepulauan (Nusantara) kita tingkatkan daya saing Bangsa ”

Mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara kepulauan sudah ada sejak dahulu. Kiprah kerajaan nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit adalah satu buktinya. Setelah kemerdekaan, Indonesia yang merasa memiliki laut terluas, jumlah pulau terbanyak, serta garis pantai terpanjang kedua di dunia menyadari pentingnya sebuah langkah hukum sekaligus politis untuk mewujudkan kesatuan tanah dan air ke dalam konsep NUSANTARA. Ditambah dengan kesadaran adanya fakta atas longgarnya celah perairan selat dan laut yang membentang di antara belasan ribu pulau-pulaunya itulah Pemerintah Indonesia pada tanggal 13 Desember 1957 melalui Perdana Menteri Ir. H. Djuanda mengumumkan secara sepihak lebar laut wilayah Indonesia 12 mil yang ditarik dari titik-titik terluar, dari pulau-pulau terluar Indonesia .

Peristiwa ini lalu dikenal sebagai Deklarasi Juanda . Melalui deklarasi tersebut kesatuan tanah dan air semakin menemukan bentuknya, dan luas wilayah RI menjadi bertambah karenanya, yang berarti bertambah pula potensi kekayaan hayati maupun non-hayati lautan Indonesia . Berkat Deklarasi Juanda ini pula lah masyarakat internasional setelah melalui perjuangan panjang akhirnya berhasil menetapkan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-bangsa (UNCLOS) 1982 yang mengakui prinsip-prinsip negara kepulauan nusantara (archipelagic principles) .

Desain yang terpilih menjadi Juara akan dipertimbangkan untuk diterbitkan menjadi prangko seri “50 Tahun Deklarasi Juanda” pada tanggal 13 Desember 2007 bertepatan dengan Hari Nusantara.

KETENTUAN LOMBA DESAIN PRANGKO NASIONAL 2007

UMUM
Dibagi dalam 3 kelompok usia (terhitung sampai dengan 13 Desember 2007):
Kelompok A: Usia sampai dengan 13 tahun;
Kelompok B: Usia diatas 13 tahun s.d 20 tahun;
Kelompok C: Usia lebih dari 20 tahun.
Peserta adalah perorangan dan dapat mengirimkan desain karyanya sebanyak-banyaknya 3 (tiga) buah.
Desain merupakan Karya Asli peserta, bukan merupakan rekayasa/adaptasi atau tiruan karya lain, dan belum pernah diikutkan lomba atau dipublikasikan.
KRITERIA DESAIN
Objek desain bebas, namun harus tetap sesuai tema dan mencerminkan sub tema, berupa lukisan, bukan fotografi dan bukan hasil rekayasa komputer.
Posisi desain mendatar (horizontal) dengan ukuran panjang 28 cm x lebar 14 cm (empat persegi panjang).
Pada desain tidak perlu dicantumkan tulisan atau angka (seperti INDONESIA, atau angka nominal Prangko).
PENGIRIMAN
Setiap desain pada bagian belakang dilekatkan kertas yang berisi keterangan identitas peserta memuat:
1. Kelompok yang diikuti (A, B atau C)
Nama lengkap;
Umur;
Pekerjaan/Sekolah;
Alamat lengkap, kode pos, telepon;
Foto copy identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Cap sekolah)
Uraian keterangan maksud/penjelasan desain;
Peryataan tertulis bahwa karyanya asli (sebagaimana butir I.c.)
Desain tidak dilipat, dimasukan dalam sampul (amplop) tertutup dan pada bagian kiri atas dituliskan sesuai kelompoknya.
Dapat dikirim berkelompok atau sendiri dikirim melalui pos paling lambat tanggal 31 Juli 2007 (cap pos) dengan alamat. LOMBA DESAIN PRANGKO NASIONAL 2007 PO. BOX 161 JAKARTA 10000
PENILAIAN

Desain yang memenuhi syarat akan dinilai oleh Dewan Juri Lomba Desain Prangko Nasional 2007.
Keputusan Dewan Juri mutlak, tidak dapat diganggu gugat.
PEMENANG
Pemenang lomba akan diberitahukan melalui surat dan diumumkan melalui website: www.postel.go.id mulai tanggal 6 Agustus 2007.
Pemenang bertanggungjawab penuh atas desain yang terpilih mejadi juara.
Pemenang akan diberikan penghargaan sebagai kompensasi penyerahan hak cipta desain dari pemenang lomba selaku pencipta kepada Direktur Jenderal Pos dan Telekomunuikasi selaku pemegang hak cipta, sebesar:
Juara Kelompok A: Rp 8.000.000,-
Juara Kelompok B: Rp 9.000.000,-
Juara Kelompok C: Rp 10.000.000,-
LAIN-LAIN
Desain yang diikutkan lomba menjadi milik Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi.
Hak Cipta atas desain yang ditetapkan menjadi pemenang menjadi milik Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi.
Desain yang terpilih untuk dijadikan prangko dapat didesain ulang sesuai etika prangko.
Diselenggarakan oleh:
Panitia Lomba Desain Prangko Nasional 2007 Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunkasi, Departemen Komunikasi dan Informatika Jl. Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta 10110 Telepon: (021) 3835927; 3835937; e-mail: prangko@postel.go.id

 

REGULASI LOMBA FOTO NASIONAL POS INDONESIA 2007

 

1.   Lomba foto terbuka untuk masyarakat umum di seluruh Indonesia. 

2.    Tema lomba foto adalah “Etos Kerja Orang Indonesia”. (pengertian etos kerja)

3.   Obyek foto merupakan aktivitas bekerja masyarakat Indonesia yang mencerminkan atau berupa kritik membangun tentang nilai-nilai etos kerja seperti disiplin, gesit, kerja keras, kerja tim, kreatif, ramah, tekun, teliti, total, ulet, dll.

4.   Warna foto bebas.

5.   Jumlah foto yang dikirimkan oleh masing-masing peserta bebas dengan ukuran sisi terpanjang minimal 25 cm dan maksimal 30 cm dan sisi pendeknya mengikuti komposisi yang dipilih oleh masing-masing pemotret.

6.   Foto adalah karya milik sendiri & pemotretan dapat dilakukan dengan media film ataupun digital. Rekayasa digital diizinkan sebatas sama dengan yang biasa dilakukan dalam kamar gelap fotografi film.

7.   Foto dikirimkan tanpa alas karton maupun bingkai. Dibalik fotonya ditempel kertas yang berisi keterangan tentang: judul foto, deskripsi foto, nama, alamat lengkap, nomor telepon, nomor handphone & alamat email.

8.   Karya foto yang diikutsertakan untuk lomba merupakan karya yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

9.    Peserta wajib menyertakan “model release” apabila foto-fotonya memperlihatkan orang/manusia sebagai obyek utama. (contoh surat model release)

10.                        Seluruh foto yang masuk menjadi dokumen PT.Pos Indonesia dan dapat digunakan untuk kepentingan promosi, publikasi & iklan PT.Pos Indonesia selama 2 tahun terhitung setelah pengumuman pemenang lomba.

11.                        Pemenang yang menggunakan media film diwajibkan menyerahkan negatif film asli sebelum penyerahan hadiah kepada pemenang. Sedangkan pengguna media digital diwajibkan menyerahkan hasil karyanya dalam bentuk CD (mengenai spesifikasinya para pemenang akan diberitahu lebih lanjut).

12.                       Karya peserta dikirimkan dalam amplop tertutup, dengan tulisan : 

LOMBA FOTO POS INDONESIA 2007 yang ditujukan kepada 
PANITIA LOMBA FOTO NASIONAL POS INDONESIA 2007
PO BOX 2007 BANDUNG 40000 

13.                        Waktu kegiatan :
· Batas akhir pengumpulan foto : 16 Agustus 2007
· Penjurian Lomba Foto : 27 Agustus 2007
· Pengumuman Pemenang : 3 September 2007 dapat dilihat di www.posindonesia.co.id
· Pembagian Hadiah : 27 September 2007

14.                        Keputusan Dewan Juri mutlak, sah & tidak dapat diganggu gugat.

15.                        Hadiah Lomba Foto terdiri dari :
· Juara I : Trophy Pos Indonesia & Uang Tunai Rp 13.000.000,-
· Juara II : Trophy Pos Indonesia & Uang Tunai Rp 9.000.000,-
· Juara III : Trophy Pos Indonesia & Uang Tunai Rp 6.500.000,-
· Juara harapan (3 orang) : Trophy & Uang Tunai @ Rp 2.000.000,-
· Nominasi (7 orang) : Trophy & Uang Tunai @ Rp 1.500.000,-
Pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.

16.                        Dewan juri terdiri dari :
· Arbain Rambey (Kompas)
· Bambang Sugiharto (Pakar Filsafat) 
· Direktur Utama (PT. Pos Indonesia)
· Dudi Sugandi (Pikiran Rakyat) 
· Oscar Motuloh (LKBN Antara)

Regulasi Lomba Foto Pos Indonesia 2007

 

 

Panitia Lomba Foto Nasional Pos Indonesia 2007
air fotografi
office : taman pramuka 181 bandung 40114 
phone : (+62 22) 70160771 atau 0856-24689844 (wini)  fax: (+62 22) 7234570
email address :
air_fototainment@cbn.net.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                           

 

 

 

 

 

 

 

   SURAT MODEL RELEASE

Perjanjian ini dibuat & ditanda tangani pada :

Hari___________Tanggal____Bulan_____________Tahun______________

antara

     Nama              :…………………………………………………………..

     Alamat            :…………………………………………………………..

                        ……………………………………………………………

     Pekerjaan         :…………………………………………………………..

     Umur              :…………………………………………………………..

     Telepon           :…………………………………………………………..

(selanjutnya disebut pihak I)

dan

     Nama              : (Pemotret)

     Alamat            :…………………………………………………………..

                        ……………………………………………………………

     Pekerjaan         :…………………………………………………………..

     Telepon           :…………………………………………………………..

 (selanjutnya disebut pihak II)

        Bahwa dengan telah ditanda tanganinya perjanjian ini oleh kedua belah pihak,

maka pihak pertama menyetujui untuk memberikan izin penggunaan foto diri pihak

pertama untuk digunakan sebagai kepentingan publikasi pihak kedua.

        Demikian kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan perjanjian ini dan

telah mengerti segala ketentuan, hak & kewajiban, dan patuh akan ketentuan tersebut

dengan itikad baik. Kedua belah pihak selanjutnya akan menandatangani surat

perjanjian ini, membuat duplikat masing-masing untuk disimpan.

Yang bertanda tangan di bawah ini,

__________________________                   ___________________________

pihak I                                      pihak II

 

 

 

 

 

 

 “ BEBERAPA PENGERTIAN ETOS KERJA ”

1. Keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang,

    sekelompok orang atau sebuah institusi.

2. Etos Kerja merupakan perilaku khas suatu komunitas atau organisasi,

    mencangkup motivasi yang menggerakkan, karakteristik utama, spirit dasar,

    pikiran dasar, kode etik, kode moral, kode perilaku,sikap-sikap, aspirasi-

    aspirasi, keyakinan-keyakinan, prinsip-prinsip, standar-standar.

3. Sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental

    dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral.

“ DELAPAN ETOS KERJA MENURUT JANSEN H SINAMO ”

    1. Kerja adalah Rahmat

           bekerja tulus penuh syukur.

    2. Kerja adalah Amanah

           bekerja benar penuh tanggung jawab

    3. Kerja adalah Panggilan

           bekerja tuntas penuh integritas.

    4. Kerja adalah Aktualisasi

           bekerja keras penuh semangat.

    5. Kerja adalah Ibadah

           bekerja serius penuh kecintaan.

    6. Kerja adalah Seni

           bekerja cerdas penuh kreativitas.

    7. Kerja adalah Kehormatan

           bekerja tekun penuh keunggulan.

    8. Kerja adalah Pelayanan

           bekerja paripurna penuh kerendahan hati.

Sifat-sifat yang mencerminkan etos kerja yang baik yaitu :

     Aktif.

     Ceria.

     Dinamis.

     Disiplin.

     Efektif.

     Efisien.

     Energik.

     Fokus.

     Gesit.

     Ikhlas.

     Interaktif.

     Jeli.

     Jujur.

     Kerja Keras.

     Kerja Tim.

     Konsisten.

     Kreatif.

     Lapang Dada.

     Membagi.

     Menghargai.

     Menghibur.

     Optimis.

     Peka.

     Rajin.

     Ramah.

     Sabar.

     Semangat.

     Tanggung Jawab.

     Tekun.

     Teliti.

     Tepat Waktu.

     Teratur.

     Terkendali.

     Toleran.

     Total.

     Ulet.

 

 

 

February 19, 2007

Optimalkan Kecerdasan Anak

Filed under: Emosi Anak

Optimalkan Kecerdasan Anak Sejak Dini

Pengembangan kecerdasan anak hendaknya dilakukan sedini mungkin. Hal ini penting guna memberikan start yang baik bagi perkembangan anak selanjutnya. Pertumbuhan setiap jenis sel selalu berbentuk kurva, mulai naik dengan cepat untuk kemudian mencapai puncak (peak) dan turun secara perlahan-lahan. Dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan kecerdasan anak sejak dini, diharapkan potensi kecerdasan anak dapat mencapai puncak performannya. Disamping itu hasil penelitian juga membuktikan bahwa kecerdasan bukan hanya urusan besar kecilnya volume otak, tetapi juga banyak sedikitnya hubungan sel-sel syaraf yang ada di otak. Semakin banyak rangsangan pada otak maka hubungan sel-sel syaraf akan semakin banyak atau anak menjadi semakin cerdas. Permainan yang mendidik, tubuh yang sehat, pengalaman yang bermakna merupakan salah satu contoh bagaimana upaya merangsang hubungan sel-sel syaraf.

Dulu IQ (Intelligence Quotient) dianggap sebagai satu-satunya penentu keberhasilan hidup seseorang. Namun kini IQ saja tak cukup jika tak dibarengi EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), ESQ (Emotional Spiritual Quotient), dan CQ (Creativity Quotient). Dari ciri-ciri kehidupan sosial anak sehari-hari dapat diidentifikasi sejauhmana kecerdasan anak Anda. Dari situ Anda tidak perlu pesimis tetapi tinggal memperbaikinya saja…Teori memperbaikinya mudah…tetapi prakteknya membutuhkan kesabaran, ketlatenan dan harus mau menyisihkan waktu guna memperhatikan, mendampingi dan membimbing anak……

Kecerdasan Akal atau IQ
IQ bisa diukur dengan menggunakan instrumen tertentu semisal tes. Jika ukurannya 90 ke bawah berarti IQ-nya dibawah rata-rata; 110 berarti rata-rata; lebih dari 120 adalah diatas rata-rata; dan diatas 130 berarti superior. Jangan khawatir jika hasil tes kurang memuaskan karena IQ anak yang kurang tidak selalu disebabkan oleh gen yang buruk (apalagi cara pengukuran melalui tes yang hal itu hanya pendekatan…), tetapi ada kemungkinan karena lingkungan yang kurang mendukung. Stimulasi-stimulasi permainan mendidik dapat digunakan untuk memperbaiki kecerdasan anak. Disamping itu pemberian gizi yang bagus, terutama protein nabati dan hewani diyakini dapat meningkatkan kecerdasan anak. Protein dapat diperoleh dari kelompok padi-padian, kacang-kacangan, daging, hati (lihat pada orang tua perlu dibatasi tetapi pada anak sangat bermanfaat), telur, susu, keju dan ikan. Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa otak bukanlah organ yang berdiri sendiri. Jika organ tubuh yang lain sehat, dan itu bisa dilatih melalui kegiatan olah raga dengan dibarengi asupan gizi makanan yang seimbang, perkembangan otak juga akan tumbuh optimal. Belum lagi teori mengenai otak kanan dan otak kiri yang juga harus dirangsang secara seimbang (dilain kesempatan akan saya bahas tersendiri).

Kecerdasan Emosional (EQ)

Pada balita cerdas emosi dapat dilihat dari sosialisasinya. Mereka biasanya bisa berbagi, ramah pada orang, berani menyapa, bisa berinteraksi, bisa tenggang rasa pada orang lain, punya disiplin diri dan tanggung jawab, percaya diri dan tidak cepat merasa takut. Anak Anda mengalami masalah-masalah terkait dengan uraian diatas ? Tenang saja, mungkin Anda salah dalam memperlakukan anak Anda. Kadang-kadang karena terlalu sayang kita menjadi over protektif terhadap anak. Dan dalam jangka panjang hal itu akan mengganggu kondisi psikis anak. Semuanya bisa dilatih dan diperbaiki. Dan kuncinya ada pada bagaimana Anda memberikan lingkungan sosial yang baik bagi anak.

Kecerdasan Spiritual (SQ)
Ciri anak yang SQ-nya bagus adalah baik terhadap sesama dan rajin menjalankan ibadah. Saat berinteraksi dengan sesama dan lingkungan, anak akan cenderung ramah dan baik pada siapapun, tak pernah membuka kejelekan orang dan mengerti nilai-nilai luhur Sang Pencipta. Pesan saya jangan hanya diserahkan pada guru ngaji yang Anda datangkan khusus buat anak Anda….

ESQ (Emotional Spiritual Quotiont)
Kecerdasan ini merupakan gabungan EQ dan SQ. Contoh yang mudah adalah ketika temannya sakit, anak suka bilang ”ayo dong kita jenguk” atau pas ada temannya disakiti dia akan bilang ”jangan sakiti dia to? Khan kasihan..” Juga jika dia punya makanan dia akan memberikan sebagian pada temannya yang pengen…ESQ harus dijaga dan dimunculkan. Kalau tidak jika anak beranjak besar dan mengalami hal-hal yang kompleks, kadang yang muncul hanya EQ-nya: luapan-luapan emosi muncul berapi-api sehingga timbul pertengkaran-pertengkaran.

CQ (Creativity Quotient)
Kreativitas yang menonjol pada anak batita adalah kretaivitas imajinasi. Misalnya kardus TV besar dia jadikan sebagai rumah-rumahan, sebuah balok kayu dijadikan sebagai mobil-mobilan atau boneka. Anak yang memiliki kreativitas tinggi biasanya cenderung cerewet, mau tau apa saja, banyak bertanya apa yang dilihatnya dan banyak membantah jika jawabaannya kurang memuaskan. Disini orang tua diharapkan lebih bersabar dan tidak membentak anak yang cerewet karena begitu dia takut bertanya maka…. Kalau bernyanyi kadang-kadang anak memiliki lagu ciptaan sendiri yang terkesan aneh tapi lucu tentu saja…Juga saat menggambar…dia akan berbuat semau gue dalam mencoret…. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan mendikte gambar anak….misalnya gambar pemandangan itu selalu ada dua buah gunung, matahari dan ada rumah ditepi jalan. Ini yang menyebabkan kreativitas anak hilang dan saat besar (sampai pelukis amatiran pun) jika menggambar pemandangan pasti ada gunung dua….

Sekian dulu tulisan saya…kapan-kapan disambung lagi, atau ada permintaan dari Anda untuk mendahulukan suatu topik….?!

February 13, 2007

Hilangnya Waktu Bersama Anak

Filed under: Emosi Anak

“Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak disayangi. Jika Orang Tua gagal mengungkapkan rasa sayang kepada anaknya, mereka tidak akan mampu mencintai orang orang tua..” (Nabi Muhammad saw)

”Tiba-tiba saja anak kita sudah dewasa…….Andai saja dulu aku meluangkan lebih banyak waktu bersama anak-anak………” kalimat itu seringkali terlontar dari bibir ibu-ibu kaya, yang sukses dalam pekerjaan, sukses dalam karir, ekonomi, bisnis, kegiatan sosial…..tetapi saat sedang melihat anaknya ternyata dia merasa tidak begitu dekat dengannya. Hubungan emosional yang terjalin antara ibu dan anak dirasakannya kurang….

Tuntutan ekonomi dewasa ini menyebabkan banyak para wanita dituntut untuk ikut bekerja mencari nafkah, sehingga menyebabkan hilangnya waktu yang berharga buat si anak. Masih untung, jika anak yang telah beranjak dewasa itu baik-baik saja. Jika terjerumus ke hal-hal negatif, seperti narkoba atau tindakan kriminal lain ? Alangkah sakitnya !! Bahkan kalau anak kita sukses dan berprestasi, kita tidak sepenuhnya merasa bahagia karena kita merasa andil kita begitu kecil………
”Lalu harus bagaimana lagi ? Kita khan bekerja juga demi anak, buat bayar sekolah, buat biaya les musik anak, biaya les tari anak, biaya les Bahasa Inggris anak……….”begitu sebagian Ibu-Ibu selalu membela diri.
Betul……..tapi kepuasan batin tidak dapat ditipu. Hubungan emosional tidak dapat dikelabui. Hidup memang pilihan…..tetapi apakah dengan melakukan pilihan kita harus mengorbankan sesuatu yang berharga……apalagi itu adalah waktu kebersamaan dengan anak ? Andalah yang bisa menjawabnya……
Banyak yang telah ditulis para pakar perkembangan anak tentang waktu berkualitas (quality time). Istilah itu tercipta ketika para pakar menilai orang tua kelewat sibuk bekerja, mengurus rumah, keperluan ini dan itu, serta melakukan pekerjaan lainnya, daripada menghabiskan lebih banyak saat berharga dengan anak. Sehingga muncul istilah ’anak pembantu’ (anak yang sehari-harinya hidup dengan pembantu), ’anak tetangga’ (anak yang sehari-harinya dititipkan pada tetangga), atau ’anak cucu’ (anak yang sehari-harinya dititipkan pada simbahnya).
Padahal dengan sedikit meluangkan waktu dengan anak, kita tidak akan kehilangan saat-saat kebersamaan dengan anak. Mengantar anak ke sekolah, mengajak anak saat berbelanja, menjemput anak saat pulang sekolah dan mengajak main ke kantor saat pekerjaan tidak begitu sibuk, kerja bakti membersihkan rumah bersama, mencuci piring bersama, makan bersama, sholat bersama atau mengajak rekreasi di alam terbuka saat libur sabtu-minggu. Terserah pilihan anda bagaimana mengatur waktunya.
Dalam momen-momen kebersamaan itu, walau tidak lama, hubungan emosional akan terjalin dengan sendirinya. Anak akan selalu mengingat masa-masa kebersamaan itu sampai tua. Manfaat lain, tentu saja anda dapat memasukkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti kepada anak, seperti : pengungkapan emosi, keingintahuan, sikap membantu orang lain, kejujuran, pentingnya keluarga, percaya diri, tanggung jawab, rasa humor, bekerja dalam kelompok, kemandirian serta sikap sopan santun tentunya.
Saya yakin hal-hal positif tersebut tidak akan sepenuhnya didapat oleh ’anak-anak pembantu, tetangga dan anak-cucu’ Karena setiap orang pasti memiliki konsep tersendiri dalam mendidik anak…. Disamping itu hal-hal positif tersebut akan terpatri dalam diri si anak, akan mewarnai sikap hidup anak baik dalam kehidupan pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Sehingga apabila anak sukses atau berprestasi, tanpa anda bicara atau menyombongkan diri orang sudah tahu peran anda. Dan tentu saja kepuasan batin dan kebanggan sebagai orang tua akan anda dapat sepenuhnya…..
Bagaimana ? Terserah pilihan anda…………






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M